UPTD Puskesmas Labuhan Maringgai melakukan kunjungan ke Desa  Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur untuk Verifikasi ODF.

Apa itu ODF?
Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS/open defecation) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak-semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara, dan air.

Bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh manusia melalui anus sebagai sisa dari proses pencernaan makanan di sepanjang sistem saluran pencernaan disebut tinja. Dalam keadaan normal susunan tinja sekitar 75% meruapkan air dan 15% zat padat yang terdiri dari bakteri mati (30%) lemak (10-20%), zat anorganik (10-20%) protein (2-3%) dan sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna (30%). Tinja yang dibuang sembarangan akan menimbulkan berbagai permasalahan antara lain:

1. Mikroba

Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koli tinja. Sebagian diantaranya tergolong sebagai mikroba patogen seperti bakteri Salmonela typhi penyebab demam tifus, bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, virus penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio.

2. Materi Organik

Kotoran manusia merupakan sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna. Ia dapat berbentuk karbohidrat, dapat pula protein, enzim, lemak, mikroba, dan sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara degnan 200-300 mg BODS (kandungan bahan organik).

3. Telur Cacing

Seseorang yang cacingan akan mengeluarkan tinja yang mengandung telur-telur cacing. Beragam cacing dapat dijumpai di perut kita, sebut saja cacing cambuk, cacing gelang, cacing tambang, dan keremi. Satu gram tinja berisi ribuan telur cacing yang siap berkembangbiak di perut orang lain.

4. Nutrien

Umumnya merupakan senyawa nitrogen (N) dan senyawa fosfor (P) yang dibawa sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium sedangkan fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja mengandung amonium sekitar 25 gram dan fosfat seberat 30 mg.

Dari hal diatas maka diperlukan kerjasama antara UPTD Puskesmas dan Pemerintahan Desa Sukorahayu untuk Stop buang air besar.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.