Orientasi Tim Pendamping Keluarga

Orientasi Tim Pendamping Keluarga Guna percepatan penurunan stunting di Gedung Serba Guna (GSG) Desa Muara Gading Mas pada Hari Jumat, tanggal 17 Maret 2023. Dihadiri oleh Camat Hendri Gunawan, S.Sos,.M.IP , BKKBN Kabupaten Lampung Timur, Kader Stunting Desa, Kader IMP, Anggota PKK Desa dan Bidan Desa sekecamatan Labuhan Maringgai.

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi masalah di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting pada tahun 2020 mencapai 27,7%. Angka ini menunjukkan bahwa hampir 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif mereka.

Kader IMP Stunting

Untuk mengatasi masalah stunting, pemerintah dan berbagai pihak terkait telah melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah program pemberian pendampingan keluarga. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada keluarga dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak serta mencegah terjadinya stunting. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, orientasi tim pendamping keluarga sangatlah penting.

Orientasi tim pendamping keluarga merupakan langkah awal dalam menjalankan program pemberian pendampingan keluarga. Orientasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tim memiliki pemahaman yang sama tentang program yang akan dijalankan, tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota tim, serta tujuan dari program tersebut. Dalam konteks penurunan stunting, orientasi tim pendamping keluarga juga dapat membantu mempercepat pencapaian target program.

Kader PKK Stunting

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam orientasi tim pendamping keluarga guna percepatan penurunan stunting:
Pertama, tim pendamping keluarga harus memahami dengan baik tentang definisi stunting, penyebab, serta dampak yang ditimbulkan. Hal ini penting agar mereka dapat memberikan edukasi yang tepat kepada keluarga tentang pentingnya mencegah stunting.

Kedua, tim pendamping keluarga juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang kebutuhan gizi anak serta pola asuh yang baik. Mereka harus mampu memberikan edukasi tentang makanan yang sehat dan bergizi, frekuensi pemberian makanan, serta cara mempersiapkan makanan yang baik dan sehat untuk anak.

Ketiga, tim pendamping keluarga harus dapat memberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan kepada keluarga. Mereka harus mampu memotivasi keluarga untuk mengikuti program dengan baik dan terus memberikan dukungan agar program dapat berjalan dengan baik. Selain itu, tim pendamping keluarga juga harus mampu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan anak secara berkala.

Dalam melakukan orientasi tim pendamping keluarga, perlu juga diperhatikan metode yang digunakan agar orientasi tersebut dapat berjalan dengan efektif. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain, diskusi kelompok, simulasi, role play, dan penggunaan media audio visual.

Dalam kesimpulannya, orientasi tim pendamping keluarga sangatlah penting untuk mencapai tujuan penurunan stunting. Tim pendamping keluarga harus memahami dengan baik tentang definisi stunting, kebutuhan gizi anak serta pola asuh yang baik, serta mampu memberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan kepada keluarga. Dengan demikian, diharapkan program pemberian pendampingan keluarga dapat berjalan dengan baik dan tercapai tujuannya yaitu percepatan penurunan stunting di Indonesia. Selain itu, metode yang digunakan dalam orientasi tim pendamping keluarga juga perlu diperhatikan agar orientasi tersebut dapat berjalan dengan efektif.

Untuk mencapai tujuan percepatan penurunan stunting, selain program pemberian pendampingan keluarga, perlu juga dilakukan upaya lain seperti peningkatan akses terhadap sumber daya gizi dan sanitasi yang baik, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dalam hal ini, peran serta berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

Dalam hal ini, peran media massa juga dapat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting serta mengedukasi masyarakat tentang cara yang tepat dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Media massa dapat memanfaatkan berbagai platform seperti televisi, radio, dan media sosial untuk menyampaikan informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

Dalam mengatasi masalah stunting, diperlukan upaya yang terpadu dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Program pemberian pendampingan keluarga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Oleh karena itu, orientasi tim pendamping keluarga sangatlah penting untuk memastikan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya yaitu percepatan penurunan stunting di Indonesia. Khususnya di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Related Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x